FPI Sweeping Film Menculik Miyabi

FPI Sweeping Film Menculik Miyabi


JAKARTA - SURYA- Menyikapi rencana penayangan film Menculik Miyabi di bioskop mulai Kamis (6/5) hari ini, Front Pembela Islam (FPI) menegaskan tetap menolak penayangan film tersebut. FPI mengancam akan melakukan sweeping terhadap bioskop-bioskop yang memutar film tersebut.

Ketua Bidang Ekonomi FPI Mustafa Embong mengatakan, tindakan itu akan dilakukan FPI karena produser dan pembuat film itu melanggar kesepakatan semula, bahwa film itu sudah dinyatakan dicekal.

“Gak berlebihan bila pihak FPI bertindak. Karena produser dan pembuat film sudah bermain api dengan FPI dan ormas Islam lainnya,” kata Embong, Rabu (5/5).

Menurut Embong, dalam kegiatannya itu pihaknya akan berkoordinasi dengan kepolisian. “Kita juga ikuti prosedur hukum, tapi kita punya cara sendiri. Kita akan lakukan sweeping,” katanya.

Sikap tegas yang dinyatakan perwakilan FPI ini mengacu pada perjanjian awal yang disepakati bahwa film Menculik Miyabi batal tayang. “Mereka enggak bisa dipercaya, di satu sisi mereka pernah bilang batal. Ini suatu penghinaan,” kata Mustafa.

Dikatakan, meski Menculik Miyabi sudah dinyatakan lolos sensor oleh Lembaga Sensor Film (LSF), hal itu tidak akan memengaruhi sikap FPI. “Mereka boleh berkelit (sudah disensor), tapi sikap kita sudah final untuk menolak karena dia aktris porno,” jelasnya.

Untuk diketahui, Film Menculik Miyabi ini diperankan bintang porno asal Jepang, Maria Ozawa alias Miyabi. Menurut rencana, film ini akan diputar di bioskop 6 Mei 2010 hari ini. Film itu telah dinyatakan lulus sensor oleh LSF dan masuk klasifikasi tontonan remaja.

Ody Mulya Hidayat, produser film Maxima Pictures yang memroduksi film Menculik Miyabi, menegaskan film tersebut telah lulus sensor LSF dan jauh dari kesan vulgar dan hanya film komedi. “Tidak ada bugil-bugilan di sini,” kata Ody.

Film ini, kata Ody, berkisah tentang orang Indonesia yang menjadi pemenang hadiah acara undian. Si pemenang undian sangat berharap bisa bertemu Maria Ozawa alias Miyabi. “Hadiah bagi si pemenang ternyata diantar seorang wanita yang sangat mirip Miyabi. Namanya, Miyaobi, orang Tionghoa,” kata dia. Akting-akting kocak dan penuh tawa tercipta sepanjang film ini.

Lebih lanjut Ody Mulya mengatakan Miyabi tidak akan menghadiri pemutaran perdana film Menculik Miyabi yang berlangsung di salah satu bioskop di Jakarta, Kamis (6/5).

Menurut Ody, Maria Ozawa tak bisa datang karena sibuk syuting film horor di Taiwan. Ia mengatakan, kesibukan syuting film horor di Taiwan menunjukkan Maria Ozawa sudah insyaf membintangi film porno. “Dulu dia masih muda. Dia ingin jadi bintang film dan cepat terkenal. Karena ketidaktahuannya, dia salah jalan,” terangnya.

“Dia sekarang sadar, dunia akting bukan seperti itu,” tutupnya.

Maria Ozawa alias Miyabi, 24, sosok cantik ini sejak awal sudah menyulut protes dan pujian. Sebagai bintang film panas di Jepang, dia memang mengundang kontroversi. Padahal dia mengaku empat tahun menjadi bintang film panas sudah cukup. Sepertinya dia ingin membuktikan kepada orangtua dan kerabat yang selama ini memutuskan hubungan keluarga, bahwa masa-masa itu sudah lewat.

Miyabi pun alih profesi. Akan tetapi, profesinya memang tidak jauh-jauh amat dari kesan seksi. Dia menjadi sexy dancer. “Saya pernah menari di Taiwan, Macau, dan Thailand. Tetapi saya bukan penari striptis,” kata Miyabi.

Miyabi sempat kaget saat mendengar namanya cukup populer di Indonesia. Sebelum mendapat protes, dia tidak tahu apa pun tentang Indonesia, meski ia pernah ke Bali. “Saya pikir orang-orang Indonesia itu menyenangkan sebenarnya. Saya ingin ke Indonesia, secepatnya. Saya ingin penggemar saya di sana tahu lebih banyak soal saya,” jelas perempuan keturunan Kanada dan Jepang itu.ntbn/kcm/nva

sumber: http://www.surya.co.id/2010/05/06/fpi-sweeping-film-menculik-miyabi.html

Tags:



share this article to: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
Posted by ADMIN, Published at 4:12 PM and have 0 comments

No comments:

Post a Comment