Unik! Kuliner Khas Tuban : Tanah Panggang

Unik! Kuliner Khas Tuban : Tanah Panggang

Makanan yang satu ini tergolong unik dan langka.  Bahkan mungkin cuma ada di Indonesia – tepatnya di daerah Tuban.  Makanan khas tersebut adalah tanah panggang!



Hmm..bagaimana ya rasanya memakan tanah liat yang dipanggang!.  Bagi warga Tuban, Jawa timur memakan tanah liat panggang tak berbeda seperti kita memakan stik coklat. Makanan dari tanah liat yang diberi nama ‘ampo’ ini sudah menjadi makanan tradisional yang dipercaya masyarakat Tuban dapat menguatkan sistem pencernaan. Bahkan memakan tanah liat juga dipercaya sebagai obat yang dapat mengobati beberapa macam penyakit.


Rasima, sang penjual ‘ampo’, mengatakan bahwa tidak ada resep untuk untuk memasak tanah tersebut. Dia hanya mencari tanah yang bersih yang bebas dari kerikil, kemudian ditumbuk dan dipadatkan sehingga berbentuk segi empat. Kemudian, dengan mengikisnya dengan stik dan membentuknya seperti gulungan. Tanah yang sudah menggulung itu kemudian dibakar dan diasapi selama 1 jam, lalu jadilah sebagai snack atau makanan ringan yang siap dimakan. Rasima biasanya menjualnya dipasar dan sehari dia bisa mempunyai penghasilan sekitar Rp 20 ribu untuk menghidupi keluarganya.


Tuban mungkin merupakan satu-satunya ‘suku’ di dunia yang memakan tanah. Memang ada orang-orang aneh di dunia yang suka makan pasir, dan benda aneh lainnya. Tapi tidak ada yang memakan tanah panggang. Salah seorang warga Tuban mengatakan bahwa dia sudah memakan ‘ampo’ sejak dia masih kecil dan ‘ampo’ mendinginkan perutnya.


Mau tahu cara membuat ‘ampo’.  Berikut ini cara membuatnya :


1. Pisahkan Tanah Liat Dengan Kerikil dan Pasir




Pada tahap ini tanah dipilah-pilah antara yang lembut dan yang kasar. Sperti halnya membuat adonan jajan, maka keseragaman “tepung” tanah menentukan kenikmatan dan kepulenan camilan yang dihasilkan nantinya.


2. Bentuk Tanah Menjadi Kotak-Kotak



Kalau kita membuat kue ada istilah kalis, ya disini juga demikian, membuat adonan tanah liat menajdi bentuk kotak menunjukan bahwa adonan sudah kalis. Kalis sendiri berarti komposisi tanah dan air sudah merata pada setiap bagian adonan. Ciri adonan tanah liat yang kalis dilihat dari sudah tidak lengket pada telapak tangan.


3. Bentuk Stick/batangan



Tanah liat dibentuk menjadi stik, jika anda liat sepintas pembuatannya mirip dengan pembuatan wafer stick .


4. Bakar Tanah Liat



Setelah tanah liat dibentuk menjadi stick, kemudian dipanggang di atas tungku tradisional samapai mengeras dan kering. Seperti terlihat pada gambar, tanah liat diletakan diatas wajan dengan pemanasan tungku dan kayu.


5. Disajikan



Setelah semua proses dilalui maka tanah liat siap disajikan di meja untuk jadi teman ngobrol dan nonton Piala Dunia..hmmh….yummy .


Kalau anda penasaran  silahkan berkunjung ke tuban dan mencicipinya.  Anda juga bisa meminta kantung plastik untuk membungkus sebagai oleh-oleh keluarga dirumah. Tentunya menikmati bersama keluarga akan membawa kenikmatan tersendiri. Bagaimana? Anda tertarik…enjoy (editor: Maulana)


Sumber: Beritajatim.com/kaskus.us



View Original Article




share this article to: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
Posted by ADMIN, Published at 4:03 PM and have 0 comments

No comments:

Post a Comment